API TAUHID (BOOK REVIEW)

Lagi, dan lagi Kang Abik berhasil membuat aku baper sebaper bapernya. Novel ini bukan novel biasa. Di dalamnya ada dua cerita berbeda tentang fiktif dan fakta. Ah, kagum dan jatuh cinta sama sosok Fahmi yang memiliki ketauhidan yang begitu membara. Jatuh cinta juga sama penuturan penulis yang menyisipkan sejarah peradaban Islam di Turki dengan sangat jelas. Aku jadi lebih kenal siapa sosok yang berperan di belakangnya. Sosok orang yang begitu luar biasa yaitu Badiuzzaman Said Nursi, seorang tokoh luar biasa dengan segudang ilmu di pikiran dan hatinya, ketauhidan yang begitu kuat membuat aku terperangah “kok ada orang seperti ini?”

Kagum, kagum, sekagum-kagumnya saat baca novel ini pada dua sosok yaitu Fahmi dan Said Nursi. Yang paling bikin kagum adalah saat penulis menceritakan bagaimana luar biasanya Said Nursi saat menuntut ilmu yang tiada jemu. Dia bisa menghafalkan satu kitab hanya dengan satu kali baca, menerima tantangan-tantangan debat ulama senior saat usianya belasan tahun, dan ia menang. See, seberapa cerdasnya Said Nursi ini? Aaaaaaaaah, speechless. Masih banyak keajaiban lainnya dari Said Nursi.

Suka banget sama novel ini. Semuanya ada di sini dari mulai sejarah, ketauhidan, keuletan dalam belajar, sampai pada kisah percintaan yang romantis semua ada di sini. Makasih Kang Abik sudah menginspirasi dan menyentuh hati ini sampai saat baca nangis baper deeeeeeh asli. 😀 Saking serunya, novel tebel ini aku selesein dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Lupa. Yang pasti setiap aku nganggur langsung buka novel ini.

Cerita gak mudah ditebak. Ujung ceritanya euuuuh bikin baper meleleh para kaum wanita. Mau deh Fahmi yang kayak begitu 😀 Jujur aku gak bisa move on beberapa hari gara-gara novel ini. Pasti aja ada orang yang jadi pelampiasan aku buat ceritain ulang haha. Dan, habis baca novel ini aku langsung rekomendasiin temen-temen disekitarku buat baca. Wajib baca buat yang mau dibaperin 🙂

Advertisements