SALESMA INI MENYIKSAKU (SEPERTINYA KARENA KIPAS ANGIN)

Salesma, adalah sebuah penyakit dengan gejala hidung gatal yang menyebabkan bersin-bersin, hidung berlendir yang menyebabkan sulit untuk bernafas (setidaknya itu yang aku rasakan gak pake rieut). Dalam bahasa Indonesia, salesma disebut dengan flu. -_-

Saat ini, aku bukan mau ngasih tips gimana biar bisa terhindar dari salesma atau bagaimana menghindari salesma. But, sekarang aku pengen curhat atuh lah boleh ya. Hehe

Jadi, ceritanya teh gini. Aku berasal dari Kota Tasikmalaya yang memiliki suhu (bisa dibilang) rendah, udaranya sejuk tapi terkadang dingin banget. Sudah empat tahun ini aku berdomisili (kuliah) di Kota Yogyakarta, sebuah kota yang memiliki suhu terbalik dengan Tasikmalaya, panas, banyak polusi. Panas ini terkadang jadi problem juga buatku pada awal-awal pindah karena tidak terbiasa, perlu menyesuaikan dengan suhu asal, dan juga perlu keikhlasan. Lama kelamaan, alhamdulillaah bisa terbiasa dengan cuaca di Jogja yang super panas, meskipun aku selalu mendumel karena kepanasan. Saking panasnya aku pribadi merasa kalau setelah mandi itu suka langsung gerah lagi, gak pernah seger. Setiap dateng ke kamar, pasti hal yang dilakuin adalah nyalain kipas angin. Bisa dibilang, kipas angin adalah kebutuhan pokok yang harus ada setiap harinya, kalau aku full di kamar seharian, itu artinya kipas angin juga harus bekerja seharian. Gak pernah dimatiin. Terkadang kalau emang gerah banget, suka tidur di lantai tanpa alas dan pake kipas angin. Kalau cuaca Jogja lagi agak dingin, biasanya suka pake selimut (sarung/anduk gede yang dijadiin selimut) tapi tetep pake kipas angin. Karena kalau kipas angin mati, kegerahan mulai melanda. Aku serba salah. 😦

Setiap hari aku hidup dengan kipas angin, dan alhamdulillaahnya selama ini kipasku masih baik-baik saja meskipun tiap hari aku ‘geder’ buat kerja. Di sana, aku merasa kalau surganya Jogja itu ada di ATM dan ruang-ruang ber-AC lainnya. Dan gak jarang juga kalau nganter temen ke ATM, suka ikut masuk dengan alasan pengen ngadem. 😀

Tapi, bukan itu masalahnya. The problem is now I’m feeling the impact from my habit. Setahun setelah terbiasa dengan kipas angin, aku merasakan sesuatu yang mengganggu. Aku jadi semacam punya kelainan di subuh atau pagi hari, whatever lah namanya apa yang pasti kayak suka bersin-bersin, hidung meler, dan itu sangat mengganggu. Tapi, setelah ya kira-kira jam tujuh-an lah meler dan bersin itu suka menghilang lagi dan datang besoknya dengan durasi yang sama. -_- Awalnya sih gak nyadar ya, cuma mikir mungkin aku ada alergi sama udara pagi wkwk (ada ya yang alergi sama udara bersih?) Haha

Nah, selain meler dipagi hari yang aku rasain, flu ini juga sering muncul kalau aku udah balik kampung ke Tasikmalaya. Mungkin karena udaranya dingin dan perlu penyesuaian lagi dengan suhu di Tasik. It’s oke lah, pada awalnya. Tapi, paraaaaaah. Ternyata setiap aku pulang kampung dengan durasi sekitar kurang lebih satu sampai dua bulanan di rumah, aku selalu flu. Kalau di rumah satu bulan, berarti flu nya satu bulan. Kalau di rumah dua bulan, berarti flu nya dua bulan. Gak pernah engga flu, mau subuh, pagi, siang, sore, malam pasti flu terus tapi kalau bersin-bersin sih biasanya malam gitu pas jam dua belas malam ke atas atau pagi-pagi.

Terkadang diriku ini sedih, karena hampir tiap mudik pasti aja ke dokter untuk berobat dan kayaknya gak membawa banyak perubahan selalu tetep flu. L Sering juga tiap tengah malam kebangun dan gak bisa tidur lagi karena hidung gatel dan selalu bolak balik kamar mandi buat ‘nyingsring’ atau kadang ngabisin banyak tissue. Udah lah pokoknya kadang kayak orang jorok gitu, padahal kan aku teh lagi kurang sehat. -_- Dan kalau dibawa sholat juga suka jadi gak bener da hidung teh meler terus, bersin terus, gatel terus. (Ngomong-ngomong aku nulis ini jam dua pagi karena gatel hidung dan gak bisa tidur lagi)

Mamahku juga heran kenapa aku selalu flu kalau pulang ke Tasik. Ku jawab, mungkin karena menyesuaikan dengan suhu Tasik (tapi kenapa berbulan-bulan? Kataku dalam hati). Ya gak heran gimana, adikku yang juga kuliah di Jogja kalau pulang ke Tasik kayaknya gak pernah flu berat kayak gini. Nah, malam ini ku analisis dan ku selidiki kasus ini, mengapa ini terjadi? Dengan berbagai hasil penemuan dan hasil studi sejarah kehidupan, akhirnya aku membuat hipotesis bahwa salesma ini bisa jadi akibat dari intensitas muternya kipas angin di kamar kos-kosan Jogja yang kelamaan. Sepertinya karena kipas angin. -_-

Maka dari itu, aku mengajak teman-teman semua untuk membatasi konsumsi angin dari kipas angin karena itu akan membawa efek yang aduhaiiiii -_- Mungkin alternatif lainnya adalah memakai ‘hihid’ atau kipas tangan. Mari budayakan kembali ke-tradisonalan dalam per-kipasan. :))

Advertisements